IT 6
Capitolium
-
0:00Capitolium 1: Bagaimana sih contohnya? 61s · Speaker 1
Bagaimana sih contohnya? Kisah, ada pasien datang dengan kemarin, sakit perut, muar, bandar lemas. Sebagai orang yang saat ini, kalau anda jadi dokter, menurut anda sakit apa ini? Mas. Sakit kulut, mual, badan emas. Tak ada tanda-tanda ment…
-
1:01Capitolium 2: Ketiga Ketigo Ada ketigo disini Jadi, paling banyak merasa bahwa itu sakit? 299s · Speaker 4
Ketiga Ketigo Ada ketigo disini Jadi, paling banyak merasa bahwa itu sakit? Ma. Ma, ya. Bisa jadi? Ma. Ternyata bisa jadi? Tidak benar. Tanah. Salah makan, ya. Tidak setelah sakit ma. Bisa juga khusus? Untuk. Bahkan, banyak sekarang orang s…
-
6:02Capitolium 3: Pemiksa mulai dari kepala sampai kan? 66s · Speaker 1
Pemiksa mulai dari kepala sampai kan? Artinya setiap laporan itu saya kejar. Bukan hanya dari satu, pemiksa fisik saja. Tapi bila perlu, saya pakai laporan itu. Artinya setiap laporan bahwa ada pengumpas baik bawang 700 juta, saya bila perl…
-
7:09Capitolium 4: Suliro Kusul. 63s · Speaker 5
Suliro Kusul. Ya, jadi mereka semualah yang menyebabkan Indonesia awal muasanya berlari strategi dari angkat keris, angkat bedir, angkat perang menjadi berargumenti. Dokter. Kita berdoa mudah -mudahan suatu saat ada dokter kita yang menjadi…
-
8:12Capitolium 5: top, ampuni, ini, ini, ini. 130s · Speaker 6
top, ampuni, ini, ini, ini. Nah, contoh lagi, pasien bilang sakit kepala. Tapi ternyata itu di dalam mata minus. Atau mungkin tumor. Atau tak punya duit. Sakit kepala juga. Mau cari pindahkin CT scan sana sini. Rupanya tambah sakit kepala d…
-
10:22Capitolium 6: Mua? Mua, ya? 100s · Speaker 5
Mua? Mua, ya? Mungkin tak? Dia mua Mungkin tidak diamah, berarti harus ditanya, makan apa? Ya kan? Mungkin tidak dia teracunan makanan tadi, makan apa? Terus telah makan atau tidak, dikecil terus begitu. Ya? Atau serangan jantung, coba data…
-
12:02Capitolium 7: ya. Nah, mengapa ini penting bagi kita? 190s · Speaker 3
ya. Nah, mengapa ini penting bagi kita? Kalau kita salah, bahayang. Bagi Pak, siye. Ya. Di Amerika, apalagi kita tadi kan saya bilang, dokter kan bukan lagi prosesi seperti mereka kan? Ya kan? Mudah segala ini dituntut. Di Amerika saja lebi…
-
15:13Capitolium 8: Kenapa? Sarana tadi. 178s · Speaker 4
Kenapa? Sarana tadi. Damai, bayar. Ternyata keluarganya kumat lagi, nuntut lagi. Polisi bilang, damai lagi, bayar lagi. Habis 100 juta. Gara -gara apa? Gara -gara pasiennya kecelakaan Terus tertabraklah motor Yang lucunya motornya tidak beg…
-
18:12
bisa. Bayangkan ada orang yang mampu melempat sedih gini. Siapa? Hatir kelompok tinggi kan? Kok bisa? Karena? Berarti ini juga dilatih. Komunikasi juga dilatih. Bersikap ramah bisa dilatih. Semuanya pasti bisa. Ada yang memang cepat langsun…
-
22:17
Ya, saya bisa belajar jahit macam -macam, aku tak jaga. Jadi jangan bayar Rugi dua kali ya Sudah bayar, tidak dapat ilmu Dan ketahuan Jadi menjogi, karena hukum setahun Saya yang menghukumnya Sebagai WD1 waktu itu Jadi jangan ya Manfaat kar…
-
23:42Capitolium 11: Satu, setengah jam. 116s · Speaker 7
Satu, setengah jam. Biar untuk ngejar cairan ini. Apa yang kami lakukan? Kami mempunyai. Cairan tadi kami mempunyai. Mumpah kan mungkin sampai santai -santai kan? Terus berdiri lebih tinggi dari pasien kan? Dari jam berapa? Dari jam 7 malam…
-
25:38
Oh, karena dokternya sudah janji semua di Palembang, ya. Nah, lantas bagaimana kita berlatih sebagai seorang dokter yang bintar kertas dari. Ya, maka belajarlah dari kasus nyata. Ya, di koas itulah di intensi utra sumber ilmu bagi kalian. Y…
-
27:26Capitolium 13: ini, ini. 237s · Speaker 8
ini, ini. Bagi checklist bila perlu, ini tidak ada, ini ada, buang migren. Nah, kalau mata minus, tanya. Matanya kabur apa? Oh, matanya jelas tuh? Coba, cek. Jangan percaya, mata jelas aja, kan? Semuanya mata jelas kalau ada duitnya, kan? C…
-
31:24Capitolium 14: Salam. Ya tak? 109s · Speaker 6
Salam. Ya tak? Mumpung tidak. Itu untuk pasien. Berlatihlah. Karena nanti gurumu lah yang marah. Senanglah kalau gurumu marah. Berarti dia masih sayang dengan kamu. Kamu salah obat, gurumu diam. Antara kau tanya jadi dokter, kau salah obat …
-
33:12Capitolium 15: Iya, mencari ya. 132s · Speaker 2
Iya, mencari ya. Cari masalahnya apa, klarifikasinya, terus hampir analisisnya, terus jawaban sementara. Habis itu kita belajar, nanti cari penyebabnya, belajar lagi, evaluasi lagi. Berarti PMB itu sama seperti melatih Anda menjadi dokter y…
-
35:42Capitolium 16: Terima kasih. 129s · Speaker 3
Terima kasih. Terima kasih. Satu. Udah Tiga kemungkinan ini kan Tiga kemungkinan penyebab Dia belum makan apa -apa Tiga kemungkinan penyebab kemungkinan yang menjadi penyebab Ini jadi satu, satu -satu. Apanya? Ini jadikan satu kan? Iya, jad…
-
37:56
Terima kasih percaya sejak tadi pagi rasanya seperti kedua mas -mas di bagian atas kok tulis dulu loh kemungkinan penyebabnya bukan kemungkinan penyakitnya Apa kalian? Kalian apa aja? Amri. Iya kan samalah kita. Yang pertama kalau aku belum…
-
41:27Capitolium 18: Ya, kan apa yang dia lakukan? 102s · Speaker 8
Ya, kan apa yang dia lakukan? Jam berapa tidur tubuh? Ya, aku lalu tidur. Tidur tuh langsung pulas, bangunnya langsung subuh. Udah dong, karena aku tuh belum bangun. Atau kadang -kadang aku tuh tak pernah tidur. Bisa jadi gitu kan. Nah, gim…
-
43:35Capitolium 19: Keracunan makanan, infeksi lambung. 87s · Speaker 2
Keracunan makanan, infeksi lambung. Infeksi lambung Kalau perun kosong sering kumat, kapan saja kumatnya, terus apa lagi? Makanan apa saja yang sudah dikonsumsi semenjak hari malam? Terus sayur, boleh juga sayur, apa kaitannya apa? Apa lagi…
-
45:02Capitolium 20: kerang, kerang. 106s · Speaker 4
kerang, kerang. Jadi itu contoh bagaimana kita mengejar informasi. Jadi tidak mudah, tidak serta -merta langsung kasih obat cukup dengan ini. Kejar dulu. Pastikan dulu, yakinkan dulu, klarifikasi dulu. Baru kita ambil beberapa. Nah, saya pi…