Audiensi dengan AJ

1:50:10 8 Speakers 49 Kapitlar 2210 segments

Kapitlar

  1. 0:00

    Tidak harus misalnya harus lima, karena ada kelompok lain harus lima, karena dianggap bergep. Kenapa? Kalau akhirnya ribut, akhirnya ada kebakuman dalam ekosistem berkesenian yang ada di sini. Nah itu pendangan dari kawan -kawan PRON. Nah t…

  2. 1:26

    Nah, kita meminta mudah -mudahan anggota dewan, DKJ, yang ditampakkan oleh DKJ itu bisa melakukan, melihat kelompok -kelompok baru simpul -simpul seni. Yang tadi bergerak latihan berkembang sekarang. Apalagi sekarang ada neklin. Betul kata …

  3. 3:46

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Boleh menyebut nama? Nama saya Ridho. Ada namanya? Ada, iya betul. Namanya sorang. Bro. Kayaknya kamu pasti digasa gitu. Betul. Oke silahkan. Iya karena kadang -kadang kira diplomatis dia tembus. …

  4. 6:59

    So, Ali Sadikin membentuk tim ini bukannya untuk mereka, dan saya harap itu dikembalikan juga kepada mereka. Kegelisahan kami adalah untuk mengembalikan ini kepada marwahnya ketika awal mula oleh Bapak Gubernur Ali Sadikin, ini didirikan. S…

  5. 8:54
    Kapitul 5: Bukan di PDS? 301s · Speaker 4

    Bukan di PDS? Ya, bukan di PDS. PDS masih aman pengalaman di sana. Lalu ya... Kita harapkan memang akses yang memang sama adil dan juga sama transparan juga. Untuk kita semua berkegiatan dan seperti tadi disinggung oleh Bang Mujib, sanggar …

  6. 13:56

    mau AJK atau BKJ sendiri, iyalah. Ya, karena regulasinya kan memang undang -undang per grup ya, per grup itu kami paham. Yang kedua, yaitu tadi, kita merasa seniman, bukan kita bukan seniman kecil, kita seniman besar, karya kita karya besar…

  7. 16:24

    Nama saya Nuyang, saya dari salah satu komunitas yang juga bergerak di seni budaya di Tamanisme Muntuki. Saya juga tergabung di dalam gerakan front gerak. Selamat pagi teman -teman semua Barangkali kita tidak Jangan menolak rupa bahwa kita …

  8. 19:13
    Kapitul 8: adalah memang. 165s · Speaker 3

    adalah memang... Jadi dia memang tidak akan melihat ke situ. Maka kami menyayangkan sekali kalau dia memang masih ada di sini sebagai pengelola taman Ismail Marjuki. Yang kita tahu ada tiga kebijakan di Taman Ismail Marjuki Mas Eno, ada JAK…

  9. 21:58
    Kapitul 9: yang lainlah. 279s · Speaker 5

    yang lainlah. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon izin saudara -saudaraku di Atendi Jakarta, terkhusus Pak Abu dan Pak Seno. Saat ini kami…

  10. 27:03

    Namanya siapa ya? Namanya Andrew. Andrew. Andrew. Andrew. Andrew. Juga bagian dari prolon. Mungkin saya juga salah satu yang paling awam mengenai internalnya dan apa ya? Dalam -dalamnya cara kerja nyati oleh mana, saya mungkin salah satu ya…

  11. 30:20

    ruang privat, ruang swasta, ruang yang ya udah terlihat lah dengan cara jajah pro, yang perbayar. Ya itulah, harus membalikkan ABB, ABB, BN, atau ABBD yang udah dikasih dalam digitalisasi dan lain -lainnya. Yang tujuannya ya, yaudah lah, 19…

  12. 32:48

    Udah, eh tadi, bukan. Nama saya sangat bosok. Dua kali tidak lulus. Tiga, maksudnya tiga. Tidak lulus. Saya itu perhatikan banget adik -adik saya, usir -usir sekuriti akhirnya saya beranggung. Yang pertama, sekuriti yang pertama itu dicabut…

  13. 33:51

    Saya kan marah, saya juga orang masjid. Padahal masjid itu adalah status quo. Masih itu kan ada polam. Polam saya lihat polam agak bikin nyamuk buat nelur nyamuk. Saya kasih ikan. Waktu itu saya dapet job. Langsung saya masukin ikan semua. …

  14. 35:24
    Kapitul 14: staf aku. 281s · Speaker 3

    staf aku. colek. Lulus Pak, lulus. Lulus nanti. Sebagai pembungkus barangkali ya, kami datang ke sini mas bukan datang untuk meminta sebenarnya. Kami datang ke sini bersikap sebagai seniman. Dengan sebagian yang datang ini, kami berharap ad…

  15. 40:05

    Sekali lagi, mungkin sebelum menutup nanti pandangan dari inisiatur kami, Bang Mujib juga ada. Dan sebelum menutup kami juga akan membacakan maklumat dan petisi kami. Dan yang diakhiri oleh puisi, itu menggambarkan bahwa bagaimana kami teta…

  16. 41:58

    lawan. Taman Ismail Marzuki tidak dilahirkan dari semen dan beton kering, melainkan dari peluh dan imajinasi para bujangga yang menolak tunduk pada kekuasaan. Ia adalah kawah candera di muka, tanah merdeka, tempat pikiran -pikiran liar bert…

  17. 45:24

    berani, dan membakar ketidakadilan. Kami punya seruan bergerak. Jika kebudayaan telah dihargai dengan rupiah, maka keberanian harus dibayar dengan perlawanan. Kepada para penyair, penari, perupa, aktor, pemusik, mahasiswa, pekerja seni, dan…

  18. 47:48
    Kapitul 18: hotel -hotel. 300s · Speaker 2

    hotel -hotel. Berdiri gedung -gedung mewah. Gelisah dalam. Dijual pada burjuis yang berbelanja estetika. Dewan kesenian Jakarta mengangguk seraya mengemasi jiwa menjadi pelayan taat di ketiap para goljuis. Membawa cetak biru kehampaan denga…

  19. 52:48

    Seperti itu. Jadi itu dari sana. Tadinya anak emas. Harus adiknya itu LPKJ. kampusnya tinggi jadi kita gratis berat -atangan karta mahasiswa gratis asal ada kursinya yang kosong masuk masuk bayangin dosennya pameran masih sama tuh dosen dan…

  20. 53:50

    Loh, yang bikin membahas diri, kok? Gitu. Mau apa, kan, ya? Gitu, loh. Bukan hanya nggak punya kuat, nggak perlu bayar, memang, gitu, loh. Kalau mau hampir, hampir saja. Berkesanian itu bisa kok di gua -gua. Saya selalu bilang, kesanian lah…

  21. 55:00

    Satu, dua, tiga, ledahan. Saya sudah rebak. Wah iya, iya aja. Karena ini terima sebuah market yang menang lomba. Tidak tahu siapa yang menjuri. Pokoknya berikutnya gimana. Karena yang dulu itu setengah -setengah merakyat. Kayak sanggar -san…

  22. 56:14

    ada kecil, boleh semaum -maumnya sih, mau kuliner kek, apa kek, ya sudah, minimal membuat itu ada orangnya Mereka punya jatah berapa? 100 hari. 100 hari ya. Cuma punya 100 hari. Dengan segala angan -angan mereka yang kayak gitu itu, cuma 10…

  23. 58:10

    Nah, dalam perjalanan, gitu. Kita lihat, Danton itu masih kepercayaan yang disebut. Tahu kan? Ya, segitulnya kan jangan gitu dong. Tapi rumpah -rumpahnya kan sampai ke leher. Kemudian terjadi skandal, tau kan? Desebutnya seperti itu. Jadi a…

  24. 59:28

    Ya, lu panggitahuan itu bagiannya sah dari kebudayaannya. Bikin pintar. Begitu kita masuk satu kali saja berkari, langsung ngerti kan posisi manusia di tengah semesta itu apaan sih, gitu loh. Kok bertengkaran tentang politik, apa gitu. Lang…

  25. 1:00:39

    jadi juga, karena yang keras. Elah dipakai bilang, segini kayaknya, kok ganti saja gitu loh. Demi anak -anak, bewasan depan, buru -buru dikasih tahu. Itu sudah semua kita ini, yang dikatakan ketua -ketua itu, sudah nyemprot, sudah merendahk…

  26. 1:02:33

    sudah iya -iya. Sudah ya, jelas, jangan teman -teman sendiri, jangan teater sendiri. Kalau dulu itu mungkin tayu jomping, teater lembaga. Ya karena standarnya lebih jauh pada kali. Tapi sekarang kan sudah rame -rame. Semenjak teater, tanpa …

  27. 1:05:00

    Gitu. Itu aja udah ngomong begitu. Masih Global City terus kan. Gak select deh kan. Apalah artinya Global City, tanda perantarium. Panggil banget dong. Gitu. Jadi saya begitu sederhana ngomong langsung ngerti saya. Ya maksudnya komunikasi k…

  28. 1:08:06

    Beda kita, beda. Beda aliran gak? Beda, beda. Beda, beda. Beda, beda. Beda, beda. Beda, beda. Beda, beda. Gitu. Ya, perungin kan? Bayangin kalian sedia sih. Gitu. Tapi saya sebenarnya karena apa ya? Rama. Itulah kebudayaan kan? Gitu loh. Ya…

  29. 1:09:46
    Kapitul 29: memang bagus. 124s · Speaker 4

    memang bagus. Yang kalah cuma 25 besar, kok sini nih? Terkenal banget. Gitu. Sampai jumpa. Janganlah semangat kompetitif yang sehat di kesenian itu menjadi semacam semangat politis, kekuasaan. Jangan kamu doang dong di situ, saya juga mau. …

  30. 1:11:51

    dan lain -lain lah. Konsepnya jelas misalnya. Dan saya akan minta dipertimbangkan semua. Terutama jangan temen -temennya sendiri. Dan ini sudah berubah. Karena salah satu pakaiannya itu adalah jalan kaya yang dikasih sebelumnya. Salah satun…

  31. 1:14:18

    Wah, saya kucing, saya bilang. Kalau dipercaya diundang dong. Kita udah ngirim surah selama dua tahun tuh sekian kali. Yang kurang apa? Kalau memang aja itu dianggup. Barangkali bukan nggak ngantuk. Tapi zaman sudah berubah. Karena baik Jok…

  32. 1:17:23
    Kapitul 32: Ayo, ayo. 127s · Speaker 8

    Ayo, ayo. Kita enggak punya. Gitu. Ayo, ayo sama diri. Terus selalu takut salah. Ya, pokoknya punya ini, punya tanggungan. Kan ini biaya -biaya semua. Dikasih ke muda itu silahkan, kalau mau. Kalau berani, ngambil keuntungan. Berani dia, pe…

  33. 1:19:30

    Benur -nurut, dapat menurut. Eh tak ini enggak. Mereka nyasopan iya -iya. Dan kita juga menegak -negakkan diri. Tetap sadiannya wajah -wajah kayak gitulah. Harus juga memenangkan seram. Iya, bersama iya. Biar rame -rame. Gua bersama, Pak. L…

  34. 1:21:57

    karena udah disebut gitu. Mas, izin mas. Ketika saya tangkap pemampalan Pak Yunani, tadi nih perihal tiga kekuasaan atau kelembungan yang ada di tim ini. Saya bertanya, ketika Jepro mengelola aset dan operasional, UP atau PKJ tim mengelola …

  35. 1:23:29

    kata mereka. Kami merusak elit ini sedikit, misalnya. Jadi berbagai panggaraan itu. Dan itu memang kekacauan luar biasa. Luar biasa. Diskusi di ruang pun kan juga jadi. Nah, ruangan ini sebetulnya banyak juga waktu dia dari kantor -kantor i…

  36. 1:24:43

    bukan PEN DKI. Sedangkan JAPRO ini kan 50 -50, 60 -40 saham PENDA dan sahamnya swasta. Jadi kalau ini dilepas, tak perlu jawab dia harus tetap melunasi hutang. ke pen Untuk pembangunan ini, makanya dia tejar target terus, abis sekarang juga…

  37. 1:25:59

    di Korea, gimana, gimana. Hanya dia begitu, kopi pes saja. Jadi ya sana tidak mau duit dan tidak jalan. Adanya diusir paksa oleh warga Jakarta. Enggak bisa, kan ada pertanyaan itu Jeko. Kalau diusir paksa oleh warga Jakarta. Kalau bisa kerj…

  38. 1:27:03

    pengawatan, sebatas itu. Problemnya sekarang itu, buntur lagi ke belakang. Kawan -kawan dulu yang kita rekomendasi untuk duduk BDKB. Itu yang berhianat. Akhirnya mereka bermain. Muncul lah art hotel. Bukul lah kesempatan -kesempatan. Dijanj…

  39. 1:28:24

    dari tarifasi. Di kasus planetaria itu saling lempar, iya. Terus saling lempar tuh? Saling sangat lah. Dirusat sama Jako. Sama yang ini ya dulu. Gue ngintapin aja juga yang ramein. Ya dia ngeresinya kan. Dia nol sendiri gitu loh. Dia lulus …

  40. 1:30:22

    Jadi, suruh Lela, bisa kan? Mau disambil jarang ya? Betul -betul gitu. Jadi, ada apa? Sembunyi di balik udang kan? Interior lah. Interior masing -masing kali itu aja gitu. Tapi yang bisa mengganti direktur utama jet row, pentrop bisa. Pempr…

  41. 1:31:40

    apa sih? Sebenarnya gini, kalau aku melihatnya kan sebenarnya ada alur bawasannya, bisa jadi seniman yang ditaruh di jiru itu kan memungkinkan artinya. Mungkinkah? Iya, mungkin. Ini cuma 1 % dari aset ngejek pro. Itu apa? Jadi gak seniman d…

  42. 1:33:34

    Oke teman-teman. Mas Senok, terima kasih untuk pertemuan ini. Semoga kita, seperti kata teman -teman tadi, bisa jadi satu resaklan untuk seoperasi, mendorong ini semua menjadi aruslah. Makin berjalan, makin bermasalah. Ini mau ucapkan terim…

  43. 1:34:47

    Terima kasih.

  44. 1:35:54
    Kapitul 44: Terima kasih. 217s · Speaker 1

    Terima kasih. Terima kasih. Masuk gubernur makan di PEN, makanya pinjemnya sama luar, pinjemlah sama PEN. Dapat milik dari PEN, ada pi gubernur di situ. 3 % dari 1 ,6 triliun.

  45. 1:39:32
    Kapitul 45: Gitu loh. 63s · Speaker 2

    Gitu loh. Mas Joko hebat juga ya. Mas Joko hebat juga ya. Terima kasih. Khusus yang diperbalui lagi apa sih? Re -kondisi. Sekarang, oga -ogaan. Gua ga dapet apa -apa. Gua diri bapak -bapaknya. Makanya sejak promo ngasih ke PEM lagi, tersera…

  46. 1:40:35

    Jakro, Dewan Kesenian, dan AJ. Gimana caranya biar meningkatkan? Ini kalau enggak dia membabi buta. Setiap jengkel tanah di sini akan disewain. Karena enggak ada agenda besar yang bisa biar hutang. Terima kasih. Bikin kegiatan besar, berapa…

  47. 1:41:40

    jam dia buka, langsung sold out itu si Adi MS, siapa tuh? Kemarin. Di sini udah nggak ada martabatnya lah. Dilepas udah habis solot, jual macalo, 5 juta. 6 .000 juta. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. kita memang sudah…

  48. 1:46:56

    habis diputar terus kan kita beneran cuci otak habis bukan cuma 32 tahun biaklah juga masih diputar mulu Yang ini Agus Joli tuh yang buat ininya... Bukan... Yang ngarik mayat dari orang -orang itu Agus Joli yang buat... Yang jadi untung jug…

  49. 1:49:13

    Lom, taruh di jalan. Lom. Angojeknya ini, sebenarnya nambah -nambah bulu. Hampir jambi dulu. Oh, Tanti!