3 Nov 14.20
Nov 07, 2026 16:57
· 59:23
· Indonesian
· Whisper Turbo
· 8 Speaker
Transkrip ini berakhir dalam 29 hari.
Tingkatkan untuk penyimpanan permanen →
Tampilkan saja
0:00
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Kode etik dan panggung jawab profesi kehakiman ya Bapak.
0:02
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Kami dari semester ini dan ini mata kuliahnya
0:07
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
tentang kode etik dan panggung jawab profesi hukum ya Pak ya.
0:10
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Di sini kita cuma mau wawancara dan ngobrol santai aja panggungnya
0:14
S…
Speaker 2 (3 Nov 14.20)
Pak. Bapak
0:22
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
maaf sebelumnya izin panggung jawab.
0:24
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Boleh silahkan.
0:28
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Oke Pak, paling kami mau izin formalitas perkenalan lagi ya Pak ya,
0:32
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
karena belum ada Cia tadi ya?
0:34
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Oh belum ada Cia,
0:35
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
oke baik. Oke, saya Radina Zouawuddinata,
0:37
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
jadi ini ada rekan saya.
0:38
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Saya Natania Gavralviti.
0:40
S…
Speaker 4 (3 Nov 14.20)
Saya Natania Gavralviti.
0:49
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Kita pengen bertanya seputar mengenai pemahaman hakim
0:54
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
tentang etika profesi hakim itu sendiri.
0:56
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Jadi menurut Bapak,
0:58
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
bagaimana perhubungan etika profesi dalam kehabisanan tugas dan kewanganan
1:02
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
seorang hakim,
1:03
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
serta sejauh mana KFNPH menjadi pendapat dalam menjalankan
1:08
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
profesi kesebutan.
1:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Terima kasih.
1:14
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Cia juga Pak Cia,
1:18
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
terima kasih Cia dan terima kasih perkenalannya dari Mas Wah
1:22
S…
Speaker 2 (3 Nov 14.20)
Awak aja Pak Mas Wah,
1:26
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
lebih keren kan?
1:26
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Amin Pak Jadi
1:31
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kedudukan tekan profesi untuk hakim itu sangat penting karena
1:35
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
walaupun tidak selengkap atau se -exprisit
1:39
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
hukum acara
1:42
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
undang -undang,
1:43
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetapi kedudukan etika profesi itulah yang menjadi pedoman ringkas
1:48
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
untuk kita, karena disitu sifat -sifatnya sudah jelas disebutkan misalnya adil,
1:53
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
jujur, arif,
1:54
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
pepertanggung jawab,
1:55
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
disiplin,
1:56
S…
Speaker 5 (3 Nov 14.20)
berbeda,
1:56
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
rendah hati, intinya,
1:57
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
sebagian itu.
1:58
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Nah, 10 poin itu,
2:00
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
itu yang diterapkan bukan hanya dalam konteks pekerjaan,
2:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetapi juga dalam bermasalah.
2:05
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi, itu adalah prinsip yang harus kami
2:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
jujur tinggi.
2:11
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kemudian tadi keduanya?
2:12
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Serta sejauh mana KE PPH sendiri itu menjadi pedoman?
2:16
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Oke sejauh mana?
2:18
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tentunya di pekerjaan,
2:19
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
karena misalnya tadi kayak di hukum acara Walaupun hukum acara kita sebut
2:23
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
aja misalnya pidana harus perlakon yang sama dihadapan
2:27
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
hukum Perlakon yang sama dihadapan hukum lebih konkretnya bahkan sudah sempat
2:32
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
dikuliskan kan di KE PPH Maksudnya kita
2:36
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
harus mandiri,
2:37
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
harus bijaksana
2:38
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
pun juga dalam pidana misalnya terdakwa atau tersangka kita udah tahu bahwa tersangka
2:43
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ini yang disangka atau didakwa gak bisa kita langsung serta makta bilang bahwa dia salah
2:47
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kita harus resumption of innocence karena gak boleh kita menilai itu sebagai
2:51
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bersalah kita harus tetap memberlakukannya sebagai orang yang tidak
2:55
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bersalah sampai terbukti memang bersalah
2:58
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Itu contohnya.
2:59
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi itu dan juga sampai setiap mana termasuk juga
3:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
keluar.
3:04
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Makanya mungkin kalau Naswa,
3:06
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Nata, Cia,
3:07
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
dan Nabila mungkin milihnya di luar hakim,
3:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
pranknya banyak ya yang sudah istilahnya
3:14
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
berpakaian.
3:16
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ya maaf nih,
3:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kita beritahu fakta aja karena banyak yang...
3:21
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
parlente lah ya,
3:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
apa namanya pakaian yang wah -wah.
3:24
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi di era sekarang dengan KAI PPH mengingatkan kami lagi hakim
3:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
untuk berperilaku rendah hati,
3:30
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
jadi rata -rata pakaiannya sederhana.
3:32
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Pun juga ketemu sama orang juga bukan yang berperilaku
3:37
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
layaknya hakim periksaan sidang ya,
3:40
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
memang kapasitasnya adalah sebagai masyarakat.
3:42
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tetapi kita harus menjaga malu hati.
3:47
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Jadi Kak FFPH itu sendiri untuk hakim memang sangat penting untuk menunjukkan
3:51
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
terutama perilaku dan selara-selara pekerjaan.
3:55
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Kemudian dari yang tadi Bapak udah sampaikan,
3:57
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
kan ada 10 prinsip kode etik yang dalam berdamaan berlaku hakim
4:01
S…
Speaker 2 (3 Nov 14.20)
Nah,
4:01
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
menurut Bapak sendiri itu prinsip manakah yang paling menantang untuk diterapkan
4:06
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
dalam praktik peradilan sendiri?
4:07
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Dan bisa juga diperlukan sedikit tahu alasannya gitu Bapak
4:11
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Oke, saya
4:16
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya mungkin menjawabnya dengan kondisi terkini lah ya.
4:19
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ya soalnya banyak -banyak kan.
4:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Era kemarin integritas,
4:24
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tapi sudah lah.
4:25
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya cerita sekarang saja.
4:27
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Sekarang itu dengan
4:35
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Situasi masyarakat sudah aktif tetapi masih banyak yang nanggung hukum,
4:39
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kemudian medsos sudah maksimal dan literasi
4:43
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kita masyarakat kita yang paling susah itu adalah menerapkan kode
4:48
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
etik atau etika profesi yang berperilaku arif dan bijaksana.
4:51
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi yang berperilaku arif dan bijaksana itu adalah bertindak susah dengan hukum,
4:55
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kesusilaan dan semua dengan penuh pertimbangan.
5:00
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Dalam prakteknya,
5:00
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kita kalau menjalankan hal tersebut,
5:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kemudian berhadapan dengan masyarakat yang,
5:05
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
mohon maaf kata,
5:08
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
literasinya rendah.
5:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi begitu mudah dimanipulasi,
5:12
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bisa mudah dipancing,
5:14
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
dan akibatnya menghambat pekerjaan.
5:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Atau yang bisa dikenal itu yang ramai itu istilahnya.
5:21
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
trial by the press maksudnya
5:25
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
jadi kita tidak bisa bersidang atau memeriksa perkara itu
5:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
benar -benar menghormi atas fakta itu tetapi banyak tekanan publik akhirnya
5:33
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
juga Hakim juga tidak bisa memeriksa perkara dengan tenang dan itu adalah salah,
5:37
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
itu sudah salah harusnya Hakim terlepas dari tekanan apapun harus memeriksa
5:41
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
seprofesionalnya,
5:44
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
seadilan -adilan dan itu benar -benar tantangan sampai sekarang
5:47
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Dan itu juga yang selalu menjadi topik permasalahan ya,
5:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
baik itu dengan pengawasan dari komisi misial
5:55
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ya, dari eksternal,
5:56
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
pun juga dari internal kami,
5:57
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
badan pengawasan.
5:58
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Karena memang situasi ini kadang dibolehkan kadang
6:02
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tidak dibolehkan.
6:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ya bagaimana?
6:04
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Karena tekanan dari setiap daerah berbeda.
6:07
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ibarat kata yang terakhir itu adalah pati ya.
6:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Pati itu syukur -syukur untuk pemeriksaan perkara tidak ada masalah.
6:13
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tetapi ketika penyampaian.
6:16
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
public relation atau humasnya,
6:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
malah jatuhnya dapet intimidasi.
6:21
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Wah, aku itu ada laporan,
6:23
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
apa namanya, kedugaan,
6:24
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kreatifikasi,
6:25
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
apa segala macam.
6:25
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Itu kan kan,
6:27
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
channelnya kan sudah ada.
6:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi kenapa harus sampai disiram begitu?
6:32
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kalau misalnya humasnya akhirnya enggak mau menanggapi
6:36
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
lagi, kan sebenarnya bisa juga.
6:37
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi itulah,
6:38
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
hanya sebagai contoh bahwa susah untuk membeli laporan dan bijaksana di Darasta.
6:47
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Karena kita harus mengahan
6:51
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
diri untuk tidak terbawa suasana dengan apa yang terjadi.
6:54
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Selanjutnya,
6:56
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
apakah terdapat perbedaan dalam penerapan etika progresi
7:01
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
ketika hakim menjalankan tugas di dalam persidangan dan ketika
7:05
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
berada di luar lingkungan peradilan?
7:07
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Kemudian bagaimana batasan perlaku tersebut bisa
7:11
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Bapak jaga?
7:14
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kalau di peradilan atau pengadilan bersidang,
7:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tentunya ya segala macam tak nilai,
7:21
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ada bijaksana,
7:21
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ada kekeritas tinggi,
7:23
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ada hati,
7:24
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kemudian profesional pastinya.
7:26
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kalau di luar pengadilan,
7:30
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ya kayak tadi saya bilang,
7:31
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tidak bisa lagi flexing.
7:33
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya bilang lagi karena kenyataannya memang flexing,
7:36
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bahkan saya tidak akan menutup.
7:40
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
antusiasme teman -teman kalau terpikir untuk menjadi hakim karena sudah dengar lah ya silahkan
7:46
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
saya menjemput tetapi ternyata tidak senyaman itu juga
7:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
dalam artian nyaman ini bahasa luar ya tidak seenak itu,
7:54
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tidak seasik itu karena walaupun besar
7:59
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
apa namanya
8:00
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kompensasinya tetapi tidak bisa kita tunjukkan kepada orang
8:05
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
-orang banyak karena itu hanya akan menunjukkan bahwa hati di hati bukan hati
8:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
yang satu kemudian yang kedua pergaulan saya
8:13
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
mendengar ini dari ada orang tua saya ada Hakim senior
8:18
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
semua rata -rata itu bilang bahwa profesi Hakim itu adalah profesi yang sepia
8:23
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
dalam artian mungkin dari Kak
8:27
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Naswa
8:30
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Dan kan Alhamdulillah masih enak bisa nomor -nomor begini Tapi nanti
8:34
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ada misalnya Kanaswa ini apakah Kanaswa jadi Hakim
8:38
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Terus kekumpul lah sama bapaknya sama Kanaswa ini Itu
8:43
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
sudah berpotensi salah Karena ada potensi conflict of interest
8:49
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Walaupun sebenernya gak ada perkara,
8:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
cuma nanti suatu saat misalnya Kak Nata ini lagi ada perkara
8:54
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
yang dibagian sama Aciya Ternyata sudah tau bahwa advokatnya lawannya Kak Nata
8:59
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
itu adalah Naswa atau orang tuanya kuda tinggal Ako,
9:02
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kenak Iya sih Jadi itu memang hal -hal yang salah Sebetulnya
9:07
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tidak selalu terbukti,
9:07
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetapi disitulah kehatian -hatian Hakim harus ada Jadi
9:12
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
makanya mungkin kalau melihat saya gak pernah berfutu itu
9:15
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tidak sih, karena saya tidak foto cek.
9:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi intinya adalah,
9:18
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
itu adalah contoh -contohnya.
9:20
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Menjaga cika,
9:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kemudian.
9:23
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Betul,
9:27
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
betul juga.
9:28
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Oke,
9:35
S…
Speaker 6 (3 Nov 14.20)
silahkan.
9:36
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Gantian.
9:37
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi,
9:47
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Lanjut pertanyaan satu ya Pak.
9:49
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Boleh.
9:49
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Bagaimana seorang hakim menjaga independensi ketika
9:53
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
menghadapi tekanan dari pihak yang berperkara,
9:55
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
masyarakat,
9:57
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
media, maupun pihak eksternal lainnya?
10:00
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
terima kasih jadi kalau menjaga independensi dari pihak eksternal ya
10:04
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kalau yang kayak trial by press tadi gak
10:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bisa ya maksudnya memang itu sangat mudah gak
10:14
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
apa -apa santai,
10:15
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
santai
10:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Udah apa -apa,
10:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
nanti ditentukan.
10:18
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Boleh.
10:18
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Intinya sih,
10:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tidak apa -apa.
10:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Intinya sih,
10:23
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
try my price.
10:24
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Itu kita berusaha,
10:26
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kalau saya pribadi,
10:26
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
saya berusaha gak membaca berita.
10:28
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Apalagi kalau kita lagi menangani perkara -perkara.
10:30
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kemudian yang kedua,
10:32
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tadi, misalnya,
10:33
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tidak bisa sembarang tergaul.
10:34
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Karena saya pengalaman kayak di Lamo atau di Kalimantan,
10:37
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
langganan nasi hidup saya,
10:39
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ada mungkin 3 -4 kali itu masuk.
10:42
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Perkara gak siap?
10:43
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Bingung juga saya.
10:44
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya sudah juga ketua wakibu,
10:46
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
saya konflik of interest pak.
10:48
S…
Speaker 6 (3 Nov 14.20)
Kenapa?
10:49
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya selalu dikasih makanan.
10:51
S…
Speaker 7 (3 Nov 14.20)
Apa?
10:53
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya sudah bayar sih pak.
10:54
S…
Speaker 6 (3 Nov 14.20)
Ya sudah.
10:55
S…
Speaker 6 (3 Nov 14.20)
Ngomong berarti ya?
10:57
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ya sebenarnya gak berarti juga.
10:59
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi gue gak berarti saya habis itu selalu menolong sih.
11:02
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Cuman setelah itu saya gak pernah makan lagi disitu sih.
11:04
S…
Speaker 2 (3 Nov 14.20)
Takut.
11:05
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi ya itu lah.
11:07
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Sekedar contoh.
11:08
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi tekanan eksternal itu kita batasi.
11:11
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Syukur -syukur interaksi kita dengan masyarakat
11:15
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
juga selalu bukan suatu kewajiban.
11:16
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Walaupun mungkin nanti Kak Nata,
11:21
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kak Nabila,
11:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kak Asia dan Kak Mas Wal juga bisa cek.
11:25
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kan kemarin yang sempat ngetrend itu seleksi Hakim Agung ya.
11:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi salah satu hal yang diperiksa di seleksi Hakim Agung,
11:33
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
baik dari Komisi Inisial ataupun Bawasan ataupun segala macam itu,
11:37
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ada yang ditanya keaktifan Hakim di masyarakat.
11:40
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi itu juga suatu hal yang agak dipertanyakan.
11:43
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi Hakim itu harus menindiri,
11:47
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetapi juga harus bermasyarakat.
11:49
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi bingung kan?
11:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Itu juga menjadi tantangan.
11:54
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Sekali lagi bukan masalah tekanan eksternal,
11:56
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kita bisa menjaga diri,
11:57
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kita bisa.
11:57
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi itu satu hal.
11:59
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kemudian yang kedua adalah berkaitan dengan,
12:02
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
itu ketiga,
12:02
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
keempat.
12:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ada juga yang keempat itu adalah berkaitan dengan interaksi dengan antara
12:07
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
instansi atau aparatur pemegang rumahnya.
12:10
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Karena misalnya kalau kita bicara soal pidana ya,
12:13
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
nggak mungkin kita cuma sama terdakwa.
12:16
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Pasti ada nonton umum.
12:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ada polisi juga.
12:19
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Pemasyarakatan,
12:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kalau kami ada Hakim Rauhas yang menangat.
12:24
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Bagai pemasyarakatan ya
12:28
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bebas untuk menurut perkara anak.
12:30
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Apalagi BNM bisa kalau mau tanya soal narkotika.
12:34
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Bahkan nanti kalau ada ahri dari Unsika
12:37
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jika misalnya saya mengajari di Unsika
12:41
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Itu kan konflik konflik konflik konflik konflik konflik konflik konflik penang
12:44
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya gamih mikir tapiنا kalau saya bilang gitu saya pakai
12:49
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Semoga tigalah
12:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi tapi intinya itu bisa terjadi pemungkinan
12:53
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Terus ya itulah,
12:55
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
jadi tekanan eksternal itu dicoba dilimitasi tetapi tetap
12:59
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ada keterbatasan
13:00
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Oh sama yang kelima,
13:02
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ini bukan solusi,
13:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetapi ini adalah fakta yang sangat disayangkan dan ini menjadi urgensi dari
13:07
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
RUU Jabatan Hakim.
13:08
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Bahwa perlu ada keamanan dari Hakim.
13:10
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi walaupun Hakim sudah menyendiri pun,
13:13
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetap saja ketika keluar dari pengadilan tidak ada sterilisasi.
13:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Artinya kalau saya lagi jalan di trotower,
13:21
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ya siapapun bisa.
13:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi kalau sebut saja yang terhormat -terhormat itu
13:26
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kan sudah ada adjuda,
13:27
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kepolan,
13:28
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
semua amanah.
13:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
mau jalan di tengah -tengah Bundaran Hai pun aman gitu kalau saya jalan -jalan
13:33
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
di Bundaran Hai enggak ada yang ada,
13:35
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kalau yang kena saya itu orang yang...
13:37
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
berarti butuhnya
13:41
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
ini apa, jaminan keamanan?
13:43
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
berarti selama
13:48
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
itu emang enggak ada ya Pak buat jaminan keamanan?
13:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
oh tidak ada,
13:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bahkan lebih mending kejaksaan kayaknya karena kalau masalah,
13:54
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
walaupun ternyata 2025 kemarin dicabutkan
13:57
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
sekitar 2024 itu mereka punya izin membawa
14:01
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
sejata api.
14:02
S…
Speaker 2 (3 Nov 14.20)
Iya,
14:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kejaksaan.
14:04
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi kemarin dicabut.
14:05
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Berarti udah enggak lagi Pak sekarang?
14:06
S…
Speaker 6 (3 Nov 14.20)
Udah enggak lagi.
14:07
S…
Speaker 6 (3 Nov 14.20)
Kemarin sudah.
14:08
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi kemarin dicabut.
14:10
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Karena banyak oknum,
14:12
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
terlalu banyak oknum yang menyalahgunakan.
14:15
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
padahal bagus juga,
14:16
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
karena kan kejaksaan juga sama seperti polisi kan,
14:19
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
penyidik yang langsung bersinggungan dengan masyarakat kami sih enggak,
14:23
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetapi tetap saja keamanan kami atas stabilisasi kan cuma di pengadilan
14:27
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
aja di luar itu jendela
14:34
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
aja klub, jadi bergala juga iya sih,
14:37
S…
Speaker 6 (3 Nov 14.20)
bener sih berarti ya,
14:39
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
kami tuh lebih berbaur sama masyarakat daripada yang lain
14:43
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
-lainnya itu
14:45
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi kalian jangan herap kalau ketemu saya lagi di mana,
14:47
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
di pinggir lagi nyari kopi jambu.
14:50
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Boleh di sapa,
14:52
S…
Speaker 2 (3 Nov 14.20)
Pak? Boleh.
14:53
S…
Speaker 5 (3 Nov 14.20)
Saya banget.
14:54
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Baik,
14:58
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
pertanyaan selanjutnya.
15:00
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Bagaimana seorang hakim menjaga integritas ketika menghadapi tawaran
15:04
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
pemberian, fasilitas,
15:05
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
atau bentuk pendekatan lain yang berpotensi mempengaruhi independennya?
15:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ini sebenarnya perisiwa yang sebelumnya,
15:13
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
era sebelum kesejahteraannya.
15:16
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya memang harus akui bahwa memang sebelum kesejahteraan berat.
15:19
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Memang bukan jawaban,
15:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tapi ini saya hanya untuk memberikan gambaran.
15:24
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tekst bahwa hakim itu kerjanya beda -beda.
15:27
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya,
15:28
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Dua Bisili,
15:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jawa Timur,
15:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
saya kerja di Kalimantan,
15:30
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Lampung, Bandung di sini,
15:31
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
di Karawan.
15:32
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Itu sudah jalan utama,
15:35
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
utama dari keluarga.
15:38
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Salah yang menurut belakangnya siapa?
15:40
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Paling cuma sedih -sedih,
15:42
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kayak di pinggir,
15:43
S…
Speaker 5 (3 Nov 14.20)
sungai,
15:44
S…
Speaker 6 (3 Nov 14.20)
homesick ya Pak.
15:45
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kemudian gaji pun,
15:48
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
boleh dibilang orang cukup era itu,
15:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetapi sudah habis di transportasi.
15:53
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Sekarang kita lanjut ke pertanyaan mengenai integritas ya Biasanya
15:57
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
hakim itu dikompromikan
16:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
integritasnya ketika itu dihadapkan pada kebutuhan
16:07
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Nah alhamdulillah sekarang hakim itu secara kebutuhan sudah cukup
16:11
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
lah ya Tentang kecuali tadi ya,
16:13
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kesejahteraan,
16:14
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
keamanan Jadi bagaimana caranya menolak?
16:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tentunya kerja senyataan menolak tidak ada ruang
16:21
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
untuk
16:25
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
gratifikasi lah atau mengupayakan suatu
16:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
perkara itu berjalan sesuai dengan kemauan atau kepentingan salah satu pihak tentunya
16:34
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
dalam konteks yang ilegal kalau secara
16:38
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ilegal maksudnya oh buktian dia kuat ya maksudnya kita larang kemudian
16:43
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
yang kedua adalah ini praktek sendiri saya bersama
16:48
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
rekan -rekan saya biasanya kalau
16:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
di persidangan biasanya kami gaungan lagi semangat
16:55
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
anti korupsi atau semangat integritas jadi kami
16:59
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
jelaskan bahwa di persidangan ini adalah berjalan sebagaimana adanya
17:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
sesuai dengan fakta yang ada,
17:04
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
jika ada yang menjanjikan bisa menang
17:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
atau bahasa itu bisa bebas atau apa ringan kan itu
17:13
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ga ada itu adalah bohong atau adalah moong
17:17
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
jadi
17:19
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
sesuai dengan fakta aja.
17:21
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Itu sih langkah.
17:23
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Untuk
17:27
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
pertanyaan selanjutnya mungkin akan dilanjutkan oleh rekan saya lain.
17:31
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Boleh.
17:32
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Sebelumnya
17:38
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
saya potong.
17:38
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ini saya kepanjang aja.
17:39
S…
Speaker 2 (3 Nov 14.20)
Enggak.
17:40
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Malah bagus Pak.
17:43
S…
Speaker 4 (3 Nov 14.20)
Informasinya juga lebih banyak.
17:44
S…
Speaker 4 (3 Nov 14.20)
Oh iya.
17:45
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Berarti saya kurangin aja ya.
17:47
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Biar nanti bertanya.
17:47
S…
Speaker 2 (3 Nov 14.20)
Silahkan.
17:52
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Apa yang paling berpotensi menyebabkan seorang hakim melakukan pelanggaran kode
17:56
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
etik?
17:57
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
Apakah lebih banyak dipengaruhi,
17:59
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
lingkungan kerja,
18:02
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
tekanan eksternal,
18:03
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
atau sistem pembangunan?
18:04
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kebetulan semuanya sih,
18:06
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tapi kita tarik dari yang paling minim saja,
18:10
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tempat kerja.
18:16
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya sudah dari 3 atau 4,
18:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
saya merasa bahwa disini kredi karawan ini sangat suportif,
18:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
maksudnya sangat steril,
18:24
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
gak bisa sembarang orang yang bisa ketemu siapapun,
18:27
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
jadi itu bagus,
18:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
itu jarang untuk melakukan integritas,
18:31
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
walaupun tidak menutup kemungkinan ORDAL,
18:35
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ORDAL sendiri yang mendukung
18:38
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
pelanggaran integritas itu.
18:39
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Maksudnya, kita percaya bahwa aparatur penegau pun gak ada yang kayak gitu.
18:42
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi sebut aja lagi,
18:44
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
situasi semua orang kan berbeda ya.
18:46
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Misalnya,
18:47
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
boleh tadi teman -teman tahu bahwa kesejahteraan lagi oke.
18:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi isu yang sekarang panas itu,
18:51
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
teman -teman dari kesekwarian dan kepaniteraan atau istilahnya
18:56
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
supporting unit kami,
18:56
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
itu belum mendapatkan kesejahteraan yang sepadan atau yang
19:01
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
wajar lah ya.
19:02
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi,
19:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bisa disitu juga,
19:05
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
istilahnya boyahnya disitu bisa.
19:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Kemudian mungkin yang terlambah kedua,
19:12
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
individu lah
19:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ya. Karena menurut saya sih kesejahteraan sudah oke.
19:18
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi sekali lagi ketika nanti masalah keamanan,
19:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
nggak terjamin,
19:23
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
apalagi misalnya banyak hakim itu masih mengajak keluarganya,
19:27
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
karena kami pindah -pindah.
19:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi ada yang juga baru keluarganya.
19:31
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Itu terancam ya bisa juga kan.
19:33
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Itu integritasnya yang terancam.
19:36
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ya gimana itu pasti bisa terjadi lah kayak film -film lah ya apalagi keamanannya
19:40
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
belum ada ya pak?
19:41
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
belum ada ya terus yang ketiga tadi
19:45
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
apa lagi 4 tadi ya apalagi 1 sisa pengawasan sama?
19:48
S…
Speaker 1 (3 Nov 14.20)
sama tekanan eksternal pak tekanan
19:52
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
eksternal sih ya termasuk tinggi sih tapi saya akan bilang bahwa yang paling tinggi justru
19:56
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
dari sisa pengawasan karena bukan
20:00
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya pribadi memandang remeh ya,
20:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetapi sistem pengawasan itu juga yang membuat hakim itu menjadi terlalu
20:07
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
terkata. Maksudnya,
20:08
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kita tahu bahwa kode etik profesi itu menjadi pedoman kita.
20:12
S…
Speaker 2 (3 Nov 14.20)
Nah,
20:13
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetapi ketika kita bekerja,
20:15
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
disitulah ruang kita untuk mempraktekan
20:19
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kode etik itu.
20:20
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Nah,
20:21
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
antara penaksiran kode etik yang dilakukan oleh hakim dengan
20:25
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
pengawasan itu mungkin berbeda.
20:26
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Sesederhana misalnya,
20:31
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ada Hakim memutuskan untuk pidana pengawasan daripada pidana penjara
20:35
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Korban merasa bahwa ini harusnya pidana penjara sama pidana pengawasan sama dia udah
20:39
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
terlalu Tapi menurut Hakim pertimbangannya bahwa dia sudah,
20:43
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bukan sudah berdampai lah Mungkin ganti biaya obat,
20:46
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kemudian juga sudah pulih nih korban Korban hanya karena rasa gak terima aja
20:50
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Nah, harusnya diperiksa,
20:52
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
oh kamu gak profesional,
20:52
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kamu gak mempertimbangkan rasa korban Nah,
20:54
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ini kan jadi suatu hal yang irisannya sudah terlalu
20:58
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kabur Karena profesional berarti harus kemandirian hakim Loh,
21:03
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
saya ada pertimbangan saya Saya tidak mempertimbangkan korban
21:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
perasaan korban karena sebetulnya kebutuhan korban itu sudah terpergi semua
21:14
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kami tidak bisa melindungi perasaan,
21:16
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kalau memang harus silahkan bawa ganti jadi perawatan
21:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
psikologis
21:25
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Rehabilitasi atau apa -apa yang saya mental itu,
21:28
S…
Speaker 4 (3 Nov 14.20)
saya lupa.
21:28
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Silahkan.
21:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Bukan berarti saya gak profesional melakukan perusahaan korban lah.
21:32
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Hal seperti itu akhirnya membuat Hakim juga kadang -kadang goyang.
21:35
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Saya kayak, ah ribet ah.
21:37
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ya sudah lah,
21:38
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
pokoknya korbannya nanti ke depan mintanya seperti itu,
21:41
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ya sudah kita kasih penjara -penjara.
21:43
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi itu yang bagi saya pribadi ya.
21:46
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Ini saya tidak bilang wakili dapur.
21:49
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Karena itu menjadi tantangan.
21:51
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Dan itu memang fakta yang terjadi.
21:53
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jadi fokusnya adalah untuk mencegah oknum,
21:56
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
tetapi kadang -kadang itu malah membatasi atau mengekan hak
22:01
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
imun. Tapi kalau mau sekedar untuk tambahan,
22:04
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
itu hanya sekedar untuk memasukkan pribadi dari saya,
22:07
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bukan mewakili peran imun di karawan.
22:09
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Tapi menurut saya memang tetap kembali integritas itu paling keras adalah dari tekanan eksternal.
22:13
Karena ya itu tadi bisa ancaman keamanan
22:17
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
ataupun.
22:19
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Masuk dari berbagai celah,
22:20
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
karena masyarakat kita luas,
22:22
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bukan hanya keluarga,
22:25
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bukan hanya teman kerja,
22:26
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
bukan hanya teman sekolah.
22:28
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Jangan bisa kayak kita begini kan?
22:29
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Lagi dari kawan -kawan jatuh,
22:31
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
kita bilang, pak saya itu sebutnya kekonangannya pihak ini,
22:33
S…
Speaker 6 (3 Nov 14.20)
pak. Itu bisa sih.
22:35
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
Bisa,
22:36
S…
Speaker 3 (3 Nov 14.20)
apa lagi?
Transkrip ini dibuat oleh AI (pengakuan bicara otomatis). Mungkin mengandung kesalahan å verifikasi terhadap audio asli untuk penggunaan kritis. Kebijakan AI
Ringkasan
Klik Summarize untuk membuat ringkasan AI dari transkrip ini.
Ringkasan...
Tanyakan AI Tentang Transcript Ini
Tanyakan apa saja tentang transkrip ini, AI akan menemukan bagian yang relevan dan jawaban.